Selasa, 29 Maret 2011

Macromedia Direcor


Pengenalan Macromedia Director

1. SEJARAH

Macromedia adalah sebuah perusahaan perangkat lunak yang bergerak di bidang grafis dan pengembangan web. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1992 dan telah berkembang pesat pada tahun 1990-an dan 2000-an. Pada Desember 2005 Macromedia diakuisisi salah satu perusahaan saingannya, Adobe Systems, tetapi Adobe sementara ini masih tetap menggunakan nama Macromedia pada sejumlah programnya.

Macromedia didirikan pada tahun 1992 melalui merger antara Authorware Inc. (perusahaan pembuat Authorware) dan MacroMind-Paracomp (perusahaan pembuat Macromind Director). Hingga pertengahan 1990-an, Macromedia Director yang digunakan untuk memproduksi CD-ROM dan kios-kios informasi masih merupakan produk unggulan Macromedia, namun seiring meningkatnya popularitas World Wide Web Macromedia menciptakan Shockwave, sebuah plugin Director bagi penjelajah web serta pada tahun 1996 mengakuisisi dua perusahaan berorientasi web, FutureWave Software (yang membuat FutureSplash Animator - yang kemudian berkembang menjadi Flash) dan iBand Software (pembuat perangkat lunak authoringHTML - yang digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan Dreamweaver).

Tahun 2001 Macromedia mengakuisisi Allaire, yang mengembangkan ColdFusion sebelum pada akhirnya pada tahun 2005 Macromedia sendiri dibeli oleh Adobe.

Macromedia Director dengan Lingo script-nya merupakan paket software authoring multimedia yang sangat powerful yang bisa digunakan, baik pada sistem operasi Windows maupun Macintosh, yang dalam hal ini berarti cross platform. Pada saat modul ini dibuat, banyak yang beranggapan bahwa Director hanya sekadar sofware untuk membuat presentasi dinamis. Lebih dari itu, dengan Director kita bisa membuat movie multimedia (hasil karya multimedia yang kita buat dengan Director) dengan memanipulasi media elemen, yang disebut cast member atau script Lingo. Mulai dari movie sederhana seperti animasi gambar sampai movie yang kompleks seperti chat online, video ataupun game yang bisa dikemas dalam format aplikasi atau shockwave untuk digunakan di web atau aplikasi yang siap pakai dalam hard disk, DVD atau CDROM.

2. Kebutuhan Sistem

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita melihat dahulu kebutuhan minimum

hardware dan software untuk bisa menjalankan Director pada sistem Windows.

• Prosessor: Intel Pentium 111 450 MHz (atau yang lebih tinggi)

• Sistem operasi: Windows 9x, 2000 atau Windows XP

• Memori: Minimal 64 MB RAM (lebih dianjurkan 128 atau 256)

• Hardisk: Sekitar 100 MB ruang hard disk kosong

• VGA Card: 16 MB

• Monitor: 256 color dan Resolusi 800 x 600

• Browser: Internet Explorer 4.0 (atau yang lebih baru), Netscape Navigator 4.0 (atau

yang lebih baru)

• Renderer: DirectX 7.0 atau OpenGL 1.0

• CD-RW: untuk merekam movie ke VCD atau CD Interaktif

• Speaker


3. Persiapan

Sebelum mempraktekkan tutorial selanjutnya, sebaiknya software Macromedia Director telah di Install terlebih dahulu. Saat menulis modul ini, telah sampai pada versi 2004 MX (dapat disebut juga Macromedia Director versi 10).

Alasan menggunakan Macromedia Director Macromedia Director MX 2004 :

1. Mempunyai interface dan perintah yang sama seperti versi sebelumnya (versi 7, 8 dan 8.5). sehingga pengguna Macromedia Director dengan versi rendah dapat menggunakan modul ini

2. Kemampuan Macromedia Director MX dibandingkan dengan versi MX 2004 tidak terlalu prinsip.

3. Meskipun rekan anda menggunakan Macromedia Director versi MX 2004 atau lebih tinggi, tetap dapat dibuka / open di Macromedia Director MX atau lebih rendah.

4. Efiensi : memori yang digunakan di Macromedia Director 2004 MX jauh lebih besar dibandingkan Macromedia Director MX. Sehingga saat pembuatan dan menjalankan pekerjaan multimedia kita terasa lebih berat dan lambat

5. Dapat berjalan baik / compatible di semua sistem operasi seperti Windows 9x, ME, 2000 dan XP Home / Professional, sedangkan Macromedia Director versi 8.5 ke bawah akan bermasalah pada long file name Cast Member bila dijalankan di Windows XP.

6. Compatibel / cocok dipadukan dengan Macromedia Flash MX. Animasi dan script (umumnya) pada Macromedia Flash dapat diimport dan berjalan tanpa masalah di Macromedia Director.

7. Mulai Macromedia Director versi 8.5, ditambah kemampuan 3 Dimensi dengan engine DirectX dan OpenGL yang biasa dipakai untuk Game 3D saat ini. Untuk anda yang mempunyai VGA Card merk Nvidia kelas GeForce lebih optimal dengan engine OpenGL. Untuk pemakai ATI kelas Radeon engine yang cocok dan optimal adalah DirectX.


4. Istilah User Interface pada Director

Tampilan kerja / User Interface Macromedia Director menggunakan istilah seperti pada dunia perfilman atau sinetron, antara lain sbb:

Stage : Tampilan untuk menunjukkan hasil tata letak objek pada pada waktu (frame) tertentu. Analoginya seperti tampilan di layarTV / Panggung Pertunjukan

Score untuk mengatur urutan objek yang akan tampil agar sesuai cerita/naskah, analoginya seperti storyboard dan storyline. Di Score inilah kita menentukan mana yang tampil terlebih dahulu dan mana yang akan tampil belakangan.

Cast member : untuk menampung objek apa saja yang siap dan bisa ditampilkan. Analoginya seperti artis yang sedang menunggu giliran tampil di panggung atau berbeda untuk menghemat jumlah pemain (Cast Member).

Panel Property Inspector untuk mengatur sifat/parameter yang ada pada objek. Setiap objek mempunyai keistimewaan sendiri. Analoginya seperti artis yang mempunyai sifat dan kemampuan yang khusus dan berbeda dengan artis lainnya.

Sprite adalah istilah yang diberikan pada cast yang telah ditempatkan pada suatu frame score.

Director : Pengarah Cerita / Sutradara

5. Teknologi

Film yang menarik salah satunya adalah memiliki karakter pemain yang berbedabeda, ada yang baik, jahat, lucu, seram, misterius, romantis dll. Contohnya film James Bond dan Star Trek. Sebelum akting / tampil di camera, Sutradaranya harus mengenali sifat dan kemampuan aktor / pemain yang akan disertakan dalam Filmnya agar sesuai dengan cerita yang diharapkan.

Begitu pula dalam software CD-Interaktif. Sutradara dalam pembuatan proyek multimedia, Macromedia Director adalah sutradaranya. Dia dapat mengikutsertakan/import pemain-pemain yang berbeda karakter untuk proyek multimedia, seperti :

Photoshop adalah pemain/aktor dengan kemampuan luas di imge format bitmap. Dia cocok untuk membuat tampilan background, foto dan efek grafis statis.

3D Studio Max adalah pemain / aktor yang mempunyai kemampuan menampilan objek secara 3 Dimensi sekaligus menganimasikannya.

MP3 & Audio Files lain : Background musik akan dapat membangkitkan perasaan dan emosi pendengarnya. Oleh karena itu kualitas dan jenis musik akan sangat berpengaruh proyek multimedia anda.

Flash : Kemampuannya menampilan gambar dengan format vector sangat menghemat ruang dan menjaga kualitas gambar, sehingga gambar dapat diperbesar tanpa Batas dan tidak pecah. Kemampuan Ian seperti animasi, web link dan tombol, banyak dipakai para web designer. Meskipun Macromedia Flash dapat pula sebagai Sutradara, namun dia tetap tidak dapat mengimport file Director. Sedangkan Macromedia Director dapat mengimport file Flash (*.swf). Dengan demikian, untuk urusan multimedia interaktif, penulis memposisikan Macromedia Director sebagai sutradara, sesuai namanya: Director!.

Video (*format MPG, AVI dan MOV). Bila anda menggunakan Macromedia Flash untuk mengimport file Video tersebut, akan sangat terasa penurunan performa scat video dijalankan. Lagipula harus terinstall Quicktime terlebih dahulu di komputer anda. Untuk urusan Video dengan format tersebut, Macromedia Director dapat menjalankannya dengan lancar tanpa masalah, meski dijalankan di komputer sekelas Pentium I (satu) sekalipun!

6. Antarmuka Director

Antarmuka Director didesain seperti metaphor movie, yaitu setiap proyek yang kita buat bisa dibayangkan seperti sebuah film, dengan pemain, score, dan stage dan seorang director (Anda sebagai sutradaranya). Metaphor Director dibangun oleh banyak window yang disebut juga sebagai panel. Biasanya kita akan bekerja pada empat window utama pada areal kerja Director, yaitu stage, cast, score dan property inspector selain control panel.

7. Sekilas Tentang Tipe-Tipe Window

Pada Director, terdapat dua jenis window, yaitu document window dan tool window. Document window digunakan untuk membuat atau mengedit isi movie, sedangkan tool window digunakan untuk menampilkan atau mengubah property isi movie. label 1.1 menunjukkan contoh document window dan tool window.









<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

7.1. Stage

Stage merupakan "layar" tempat movie dibuat dan dimainkan, sedangkan daerah yang berwarna agak abu-abu disebut backstage area. Saat movie dimainkan user hanya bisa melihat daerah stage, selain itu ada zoom menu yang berfungsi sama seperti navigator magnifier

7.2. Score

Score Window pada director berisi informasi tentang kapan dan dimana setiap cast member akan ditampilkan pada stage, bisa juga disebut sebagai timeline. Score mengatur dan mengontrol isi movie setiap saat dalam sekumpulan baris yang dinamakan channel dan kolom-kolom yang berisi frame. Satu frame dalam movie mewakili satu unit waktu tertentu, juga terdapat garis merah vertikal yang dinamakan playback head yang bisa diseret maju atau mundur diantara frame-frame yang ada


Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Channel-channel yang ada pada score,yaitu effects channel, sprite channel, marker dan playback head. Secara default, hanya sprite channel yang ditampilkan, sedangkan effect channel ditampilkan dengan mengklik pada icon show/hide effects channel $ yang terletak pada bagian kanan atas score.

Effects channel digunakan untuk menambahkan efek-efek pada frame-frame tertentu yang terdiri atas 6 effects channels, yaitu :

· Transition Channel : digunakan untuk membuat animasi singkat yang dimainkan diantara frrame-frame

· Palette Channel: menentukan warna yang tersedia untuk movie yang dibuat. Ini sangat berguna untuk custom atau movie yang mempunyai elemen dengan warna dibawah 8 bit.

· Tempo Channel : channel yang digunakan untuk menginisialisasi kecepatan, menentukan kecepatan movie saat dimainkan, melakukan pause movie sampai tombol mouse diklik user

· Sound 1 & 2 Channel : Channel yang kita gunakan untuk memasukan musik, efek suara dan suara ke movie

· Behavior/script Channel: untuk meletakan script ke frame tertentu dalam movie. Frame script berguna untuk menambah interaktifitas pada sebuah movie

· Marker channel yang biasa digunakan pada beberapa behavior dari library palette, juga dalam script lingo digunakan untuk menunjukan play head pada frame tertentu sesuai dengan posisi merker tersebut. Untuk menghapus marker, pilih marker yang ingin dihapus dan seret keatas atau ke luar score


7.3 Cast Window

Cast Window merupakan tempat anda menampilkan sejumlah media elemen pada movie yang dibuat, sama seperti pada movie sebenarnya. Cast window berisi semua elemen yang kita gunakan dalam membuat movie seperti text, gambar, video, suara, behavior atau script.





ref : http://id.wikipedia.org/wiki/Macromedia

Selasa, 26 Oktober 2010

UKM Pembuatan LOGO Perusahaan

Saya ingin menulis sebuah bisnis yang memanfaatkan bidang informatika. Disini saya memakai jasa internet untuk penjualan produk-produk saya. Produk yang saya tawarkan disini bukan berupa barang tetapi berupa jasa atau lebih tepatnya jasa pembuatan logo. Logo adalah suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya.
Produk yang dijual berupa lpembuatan logo untuk perusahaan maupun untuk aksi sosial. Setiap pesanan akan mendapat beberapa contoh yang dikirrim melalui email atau bertatap muka langsung. Bila produk belum cocok maka akan diberi contoh lain sampai hasilnya memuaskan untuk client.

BAGAIMANA CARA MEMBUATNYA???
Pembuatan logo dalam bisnis i
ni butuh orang-orang yang suka akan mendesain-desain atau orang yang suka membuat gambar. Karena membutuhkan imajinasi yang tinggi untuk membuat sebuah logo. Selain itu dengan memanfaatkan software-software yang sudah ada untuk membuat logo itu seperti adobe photoshop atau adobe illustrator.


SIAPA INVESTORNYA????
Untuk membuat bisnis seperti ini tidak diperlukan biaya yang sangat besar karena dapat bekerja di rumah sendiri dan tidak banyak mengeluarkan biaya. Jadi tidak perlu membutuhkan investor yang mempunyai modal yang besar. Cukup investornya adalah diri sendiri saja.

SIAPA PASAR SASARANNYA????
Untuk target pasar, saya lebih memilih untuk memasarkan ke kantor-kantor atau perusahaan-perusahaan. Kenapa? karena logo-logo biasanya dipakai oleh perusahaan sebagai simbol dari aplikasinya servernya.u.

BAGAIMANA PERTUMBUHAN????
Tingkat pengguna internet semakin lama semakin pesat, oleh karena itu pertumbuhan yang melalui internet bakal terus berkembang. Lagi jika memakai internet tidak perlu bertemu secara langsung yang dapat mengeluarkan byk biaya.

BERAPA HARGANYA????
Harga yang ditawarkan untuk membuat sebuah logo adalah tergantung dari tinkat kesulitan dalam membuat logonya. Untuk membuat logo yang sederhana akan dikenakan biaya sekitar Rp 100.000,00 sampai Rp 1.000.000,00 Harga tesebut berbanding lurus dengan kualitas dari produk yang dijual.

BAGAIMANA KUALITASNYA:
Karena dibuatnya menggunakan hasil karya sendiri maka dapat dilihat hasilnya sebelum kita memberikan kepda pemesan.

Rencana Iklan dan Promosi
Untuk rencana iklan dan promosi, saya akan menggunakan social networking seperti facebook.com maupun menggunakan twitter. Tak lupa juga tulis menggunakan blog sebagai media promosi lalu perkenalkan produknya. Tak lupa untuk ikut kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan. Jangan lupa promosi dapat juga dengan koran, majalah atau tabloid. Disamping adalah contoh proposal dan beberapa contoh logo perusahaan.

BAGAIMANA CLIENT JIKA ADA YANG MAU MEMBELI LOGO????
Pembelian dan Kontrol Inventaris
Teknis dalam pembelian produk adalah dengan cara belanja layaknya pada situs e-commerce dimana disediakan cart belanjaan. Atau dengan menggunakan email atau private message agar rahasia. Uang pembelian itu bisa dibayar melalui pay pal atau pembayaran secara langsung.
Untuk kontrol inventaris saya akan menyerahkan kepada bagian manajerial dimana mereka bertugas dalam menjaga keutuhan dan kualitas produk sebelum sampai kepada pelanggan.

Kompetisi
Dalam menjalankan bisnis ini saya tidak perlu takut untuk mendapatkan kompetitor dalam bidang yang sama. Karena saya menggunakan tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya dan mempercayakan untuk menjalani bisnis ini sebaik mungkin. Dan saya lebih mengutamakan kepuasan konsumen, agar konsumen trus percaya untuk bekerja sama lagi dengan saya.








ref:
creative.blogspot.com

Selasa, 28 September 2010

Memperbaiki Windows XP Tanpa Harus Instal Ulang

Cuma mau sharing pengalaman yang lalu.
Lagi itu OS Windows XP saya bermasalah saat sedang bermain game dengan OS ini.
Trus saya tlp teman dan dikasi tahu cara memperbaiki OS saya ini tanpa harus instal ulang.
kata pepatah, "TAK KENAL,MAKA TAK SAYANG". Jadi sebelum kita tahu caranya lebih baik kita lihat dulu edisi XP dan pengertiannya.


Windows XP Professional
Windows XP Professional adalah sistem operasi Windows XP yang dibuat khusus untuk komputer desktop yang terhubung ke dalam sebuah jaringan dengan domain yang dikelola oleh Active Directory milik Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Selain itu, versi ini pun dibilang jauh lebih lengkap fiturnya dari pada Windows XP Home Edition. Ia bisa menjadi sebuah komputer server, meskipun hanya bisa menampung maksimal sepuluh client yang bisa login secara bersamaan.

Windows XP Home Edition

Windows XP Home Edition adalah sistem operasi Windows XP yang ditujukan untuk pengguna rumahan. Pada dasarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara Windows XP Home Edition dengan Windows XP Professional, karena basis pembuatannya yang sama. Perbedaan yang diberlakukan terhadap versi Windows ini adalah dukungan jaringan, di mana Windows XP Home Edition tidak didesain untuk sistem dengan banyak pengguna, seperti halnya Windows XP Professional. Fitur jaringan yang tidak ada pun sangat banyak, diantaranya tidak dapat bergabung dengan sistem domain Active Directory, tidak memiliki sistem berkas terenkripsi, tidak dapat menjadi sebuah server (meski mampu membuat beberapa berkas dan folder yang dikelolanya dapat digunakan oleh beberapa pengguna sekaligus), dan tidak memiliki fitur Internet Connection Sharing (ICS), dan masih banyak yang lainnya.

Windows XP Home Edition ditujukan untuk menggantikan versi Windows sebelumnya, yaitu Windows 98 dan Windows ME, karena kedua versi Windows tersebut tergolong ke dalam kelas Windows untuk pengguna rumahan.

Windows XP Media Center Edition

Windows XP Media Center Edition adalah versi Windows XP yang dibuat khusus untuk perangkat semacam Hi-Fi, dan PC yang diletakkan di ruang duduk. Pada dasarnya, Windows XP Media Center merupakan Windows XP Home Edition yang ditambahi dukungan sebagai perekam video pribadi (Personal Video Recorder).

Windows XP Tablet PC Edition

Windows XP Tablet PC Edition adalah versi Windows XP yang dikhususkan untuk PC yang ultra-portabel, yang dinamakan oleh Microsoft dengan Tablet PC. Bentuknya yang minimalis seperti halnya Asisten Digital Pribadi (Personal Digital Assistant atau PDA), dengan kemampuan setara notebook atau laptop. Windows XP Tablet PC Edition dibangun berbasis Windows XP Professional, yang ditambahi dengan fitur pengenalan tulisan tangan (handwriting recognizition) yang lebih baik dibandingkan dengan Windows XP Professional biasa. Pada umumnya, sebuah Tablet PC dilengkapi dengan layar sentuh.

Windows XP Professional x64 Edition

Windows XP Professional x64 Edition merupakan versi Windows XP yang dikhususkan untuk prosesor dengan arsitektur x86-64. Saat ini, prosesor yang menggunakan arsitektur tersebut terbatas pada prosesor AMD dengan arsitektur AMD64 seperti Athlon 64 dan Opteron. Dari keluarga Intel ada Intel Pentium 4 dengan ekstensi EM64T (Extended Memory 64-bit Technology), dan beberapa seri dari Intel Pentium M dan D, serta beberapa varian dari keluarga Intel Core. Perbedaan dengan Windows XP Professional yang diluncurkan sebelumnya adalah pada dukungannnya terhadap akses memori lebih besar daripada 4 Gigabytes seperti pada Windows XP sebelumnya. Sebenarnya, prosesor 64-bit dari Intel maupun AMD dapat mengakses 16 Eksabyte memori, tetapi Microsoft membatasi kemampuan sistem operasi Windows ini hingga 16 Terabyte saja. Pada dasarnya, sistem operasi ini berbeda dari versi Windows XP yang lainnya, mengingat basis kode yang digunakan adalah Windows Server 2003, Standard Edition for x64, mengingat nomor versi yang digunakannya adalah 5.2.3790.

Windows XP Professional 64-bit Edition for Itanium

Windows XP Professional 64-bit Edition for Itanium merupakan versi yang sangat terbatas sekali dilihat dari segi penjualannya. Akan tetapi, produk ini mendukung teknologi mikroprosesor yang sangat bagus, yaitu IA-64 yang digunakan oleh prosesor Intel Itanium dan Intel Itanium 2. Dukungan yang diberikan oleh Microsoft adalah dukungan terhadap semua fitur dari prosesor Itanium tersebut, akan tetapi karena sedikit sekali aplikasi yang didesain untuk prosesor Itanium, penyebaran produk ini sangat sedikit.

Perbedaan fitur dari Windows XP Professional x64 Edition adalah dukungannya terhadap prosesor Itanium, dengan segala arsitektur bawaannya, seperti EFI (Extensible Firmware Interface), dan GPT (GUID Partition Table). Meskipun prosesor Itanium merupakan prosesor dengan kinerja paling efisien, Itanium tidak dapat menjalankan program yang didesain untuk Windows XP versi 32-bit maupun Windows XP x64 Edition. Ketika menjalankan program yang tidak didesain untuknya, kinerjanya pun sangat rendah.

Aplikasi yang didukung pun sangat sedikit, dan terbatas pada aplikasi yang berguna bagi komputasi tingkat tinggi, seperti aplikasi basis data, dan aplikasi ilmiah. Jika Windows versi x64 dan 32-bit mendukung akselerasi multimedia, Windows ini tidak dibekali dengan fungsi tersebut, karena memang prosesornya tidak dibekali dengan instruksi khusus untuk akselerasi multimedia.

Windows XP Professional 64-bit Edition telah dihentikan proses produksinya setelah Hewlett-Packard (satu-satunya produsen yang menawarkan workstation dengan prosesor Itanium) menghentikan penjualan workstation miliknya. Beberapa kalangan menilai, hal ini disebabkan karena Hewlett-Packard tidak begitu sukses dengan produk ini. Meski telah dihentikan proses produksinya, Microsoft tetap mendukung Windows XP 64-bit Edition ini hingga keseluruhan Windows XP dihentikan dukungannya oleh Microsoft.
[sunting] Windows XP Starter Edition

Windows XP Starter Edition merupakan versi Windows XP Home Edition yang diterjemahkan ke dalam bahasa lokal masing-masing dengan menggunakan Language Interface Pack (LIP). Bahasa yang digunakannya pun beragam, mulai dari Bahasa Indonesia, Melayu, Thailand, Turki, Rusia, India, Brazil, hingga bahasa Amerika Latin (Argentina, Chili, Meksiko, Ekuador, Uruguay, dan Venezuela). Menurut berbagai sumber, Microsoft membuat Windows XP Starter Edition dengan tujuan untuk memerangi sistem operasi GNU/Linux, karena sistem operasi tersebut populer di negara-negara dunia ketiga tersebut.







Sesuai judul ini, sya akan mencoba sharing pengalaman. Dirumah saya memakai Windows XP Professional.


berikut caranya :

1. Memperbaiki Instalasi (Repair Install)
Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting, Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan) yang awal.

- Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.
- Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
- Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua, bukan yang pertama.
- Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
- Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R Ini akan memulai perbaikan.
- Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
- Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
- Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,
dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,
Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation”.
- Ketika ditanya, klik tombol Next
- Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.
- Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
- Komputer akan restart.
- Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
- Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
- Selesai
Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.

2. NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)
Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
- Tulis: CD i386
- Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
- Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

3. HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)
Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan
file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Tulis: bootcfg /list
Menampilkan isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini
- Tulis: bootcfg /rebuild
Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

4. Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang
Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan:
“Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Masukkan password administrator jika diperlukan.
- Tulis: cd \windows\system32\config
- Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
- Tulis: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak
- Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
- Tulis: copy \windows\repair\system
- Tulis: copy \windows\repair\software
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

5. NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)
Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:
a. Untuk partisi tipe FAT
- Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM
dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\
b. Untuk partisi tipe NTFS
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Masukkan password administrator jika diperlukan.
- Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
- Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:
- Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT






ref : tekno.blogdetik.com