Rabu, 24 Februari 2010

Komentar “FILM AVATAR” dilihat dari Interaksi Manusia dan Komputer

Film yang diproduksi oleh 20th Century Fox.Film yang dibintangi oleh Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Michelle Rodriguez, Stephen Lang, Joel David Moore dan disutradarai dan ditulis skenarionya oleh James Cameron ini masuk menjadi film box office Amerika.Film ini merupakan gabungan genre action, animation dengan dunia nyata yang kombinasikan menjadi film yang DAHSYAT...
skenario film ini telah disiapkan sejak tahun 1994. Namun karena kendala teknis teknologi perfileman utamanya penggabungan unsur animasi komputer dan seting asli adegan film rencana itu baru terlaksana tahun 2006. Cerita dan skenario film Avatar sudah disiapkan sutradara ini sejak 1994.

Film sains fiksi memang sudah lama tidak ada di layar gedung bioskop. Film yang memanjakan imajinasi penonton sehingga terbawa layaknya ke dunia fantasi komik semacam Godam karya Wied NS, Gundala Putera Petir karya Hasmi sudah lama tidak dibuat. Untunglah sutradara James Cameron cukup jeli menangkap peluang ini sehingga berani membuat megaproyek terbaru dengan biaya 230 juta dollar AS atau sekitar Rp. 2.1 triliun. Film ini memenuhi syarat sebagai tontonan hebat yang memadukan unsur imajinasi dan kecanggihan teknologi perfilman yang ditunjang dengan animasi komputer generated images dipadu dengan adegan asli dari pemain yang berakting di studio.

Film ini menceritakan seorang mantan veteran angkatan laut amerika dipilih menjadi anggota yang tergabung dalam program avatar. Padahal kondisinya cacat pada bagian kakinya gara – gara perang. Jake Sully nama lengkapnya.

Jack berangkat ke galaksi lain yang bernama Pandora. Kecanggihan computer generated images mampu menampilkan pemandangan Planet Pandora beserta mahkluk penghuninya secara utuh dan meyakinkan. Disebutkan dalam salah satu adegan bahwa di tahun 2154 manusia akan berada di Pandora untuk menambang mineral bernilai tinggi bernama unobtainium. Di planet ini mereka didukung oleh tentara bayaran dengan persenjataan canggih menekan penduduk planet Pandora untuk menyerahkan tanahnya guna ditambang. Disini terdapat berbagai macam makhluk hidup, hutan yang sangat indah, subur dan sangat menakutkan karena alam liarnya dan belum pernah ada di bumi. Selama ini, di pandora juga didiami suku Na’vi yang mana merupakan tempat tinggal mereka. Suku Na’vi digambarkan sebagai makhluk yang mirip manusia dan primitif tetapi memiliki kemampuan seperti layaknya manusia. Tetapi, manusia mendapatkan perlawanan oleh suku Na’vi untuk melindungi tempat tinggalnya dari ancaman.

Disinilah peran Jake dimulai, dia ambil bagian dari proyek ini. Berhubung manusia tidak dapat menghirup udara di Pandora, maka dengan bantuan teknologi komputer yang canggih manusia menciptakan makhluk seperti suku Na’vi dan disebut AVATAR. Teknologi yang canggih tersebut membuat avatar mapu bernafas didunia pandora. Di dunia Pandora, Jake dapat berjalan lagi berkat tubuh Avatar. Jake melihat banyak keajaiban yang belum pernah dilihatnya dan bahaya yang mampu merenggut nyawa untuk kembali ke dunia nyata caranya adalah dengan tidur didunia Pandora atau dengan mencabut kabel pada mesin pengirim ke dunia Pandora. Pada saat menjadi Avatar, manusia dapat berinteraksi dengan Jake melalui mesin yang terhubung dengan komputer yang dapat memantau dimana keberadaan jake pada dunia Pandora. Ada satu wanita dari suku Na’vi yang bernama Neytiri dan kemudian bertemu dengan Jake.

Waktu demi waktu berjalan, Jake bersosialisasi dengan suku Na’vi dan akhirnya fallin in love with Neytiri. Tetapi, Jake terjebak dengan dua keputusan yang menyangkut masa depan bumi dan suku Na’vi. Akhirnya pertempuran terjadi antara jake dengan bantuan suku Na’vi melawan manusia yang ingin merebut daerah suku Na’vi dengan cara membinasakan suku tersebut.

Dari segi teknologi menurut saya film ini sangat bagus,karena kita dapat berimajinasi bahwa teknologi yang akan datang akan mengarah ke arah seperti itu. Paling tidak kita masi bisa bermimpi menciptakan alat seperti itu. Hehehehehe......
Dari segi visualisasi di film ini penonton dibuat kagum dengan perubahan yang terjadi pada diri Jake ketika menjadi avatar. Saat menjadi avatar jake bisa berjalan lagi, bahkan melompat tinggi, padahal didunia nyata dia sama sekali tidak bisa jalan. Karena teknologi juga avatar dapat bernafas didunia Pandora tersebut. Juga terdapat robot-robot yang dikendalikan manusia yang nantinya berperang melawan suku Na’vi.

Dari segi Animasi, film ini tiada duanya. Untuk dunia Pandora saja penonton dibuat terkagum-kagum oleh dunia tersebut. Lalu juga karakter Avatar yang diluar dari pikiran kita bentuk maupun sifatnya. Film ini juga menyajikan ledakan-ledakan akibat pertarungan antara suku Na’vi dan robot-robot yang dikendalikan manusia. Ada juga ledakan yang memang tidak dibuat animasi melainkan dengan menggunakan bahan peledak. Tabloid terlaris di Inggris, The Sun, menyebut "Avatar" sebagai film paling mempesona dekade ini. "Adegan perang di akhir babak yang panjangnya 20 menit benar-benar menakjubkan. Menurut Oke Zone pengambilan gambarnya menggunakan sistem kamera fusion 3D, serta sang sutradara tak lupa memberikan sentuhan resolusi film 3D high-resolution dari Los Angles Studio, yang kemudian harus diterjemahkan ke dalam komponen film. File-file inilah yang kemudian di simpan di storage oleh di Isilon IQ. “Produksi Avatar menghasilkan puluhan terabyte data dalam berbagai format, termasuk file digital yang besar dan file metadata instruksional. Data Terabyte diciptakan setiap pekan dan kadang-kadang satu hari,” begitu keterangan yang ditulis Isilon, sebagaimana dikutip The Register, Rabu (23/12/2009).

Dari segi biaya, film ini menghabiskan dana yang sangat banyak. Cerita epos 3D (tiga dimensi) karya sutradara film terlaris 1997 "Titanic" ini adalah salah satu dari film paling mahal yang pernah dibuat dan dipasarkan, dengan menghabiskan dana 400 juta dolar AS. Untuk membuat robot-robot yang dapat dikendalikan manusia saja sudah menelan biaya yang tak sedikit. Lalu penciptaan karakter avatar juga yang memerlukan kerja sama dengan pihak perusahaan lain karena membutuhkan karakter yang sangat detail sekali bagian tubuhnya. Memang untuk membuat film yang berkelas diperlukan dana yang sangat banyak juga, karena membutuhkan orang-orang ahli yang berperan menciptakan film tersebut. Jadi wajar saja hasilnya juga bagus dan mempunyai kualitas yang bagus juga Sehingga masuk dalam box office film amerika.

Dan untuk segi disiplin ilmu Interaksi Manusia dan Komputer film ini sanagt jelas sekali menceritakan bahwa interaksi manusia dengan komputer yaitu dengan kemajuan teknologi komputer manusia dapat masuk kedalam bentuk fisik dari karakter lain dengan meninggalkan fisik manusianya pada sebuah mesin. Dan manusia lain dapat berkomunikasi dengan avatar dengan menggunakan perangkat mesin yang terhubung dengan komputer. Juga ada robot yang dikendalikan manusia.Interaksi tersebut terjadi karena semakin cepatnya sebuah teknologi berkembang di peradaban manusia.

Kamis, 31 Desember 2009

Pembuatan 3D dan Animasi dengan Pelles C

Pengertian Umum :

Pelles C adalah sebuah program yang membantu kita untuk membuat penggambaran dengan menggunakan bahasa open GL. Orang sering salah pengertian dengan menganggap Pelles C adalah sebuah bahasa. Tapi itu salah karena pelles C adalah alat bantu yang merupakan turunan dari bahasa C.

Sedangkan Open GL adalah bahasa yang digunakan untuk membuat gambar bukan mengolah gambar. Disini dibuat dari keadaan tidak ada menjadi sebuah gambar.
Contoh pembuatan gambar 3D sederhana

disini saya akan membuat kubus yang berputar:
ini listingnya:


#include

#include

#include

#include

void mulaiOpenGL(void);

int main(void)

{

//

// mRunning = TRUE, aplikasi masih berjalan

// mRunning = FALSE, ??? :p

GLuint mRunning = GL_TRUE;

//

// inisialisasi GLFW

if( glfwInit() == GL_FALSE )

{

MessageBox( NULL, "ERROR :: gagal menginisialisasi GLFW", "Error!", MB_OK);

return(0);

}

//

// buat sebuah window yang akan digunakan untuk menggambar.

if( glfwOpenWindow( 640, 480, 0, 0, 0, 0, 24, 0, GLFW_WINDOW ) == GL_FALSE )

{

MessageBox( NULL, "ERROR :: gagal membuat window", "Error!", MB_OK );

glfwTerminate();

return(0);

}

//

// Set judul yang ada di window dan Swap interval.

glfwSetWindowTitle( "Praktikum Grafik Komputer LabTI" );

glfwSwapInterval( 1 );

//

// mulai OpenGL (melakukan setting awal OpenGL)

mulaiOpenGL();

float x1= 2;

float x2= -2;

float y1= 2;

float y2= -2;

float z1= 2;

float z2= -2;

float x3= 0;

float y3= 4;

float y4= -4;

float sudut=0;

//

// mulai looping utama program

while( mRunning )

{

//

// bersihkan layar dan depth buffer

glClear( GL_COLOR_BUFFER_BIT | GL_DEPTH_BUFFER_BIT );

glLoadIdentity();

//

// lakukan penggambaran di sini

//------------------------------------------------------------------------------------

gluLookAt(10,10,10,0,0,0,0,1,0);

glRotatef(sudut,0,1,0);

//depan

glBegin(GL_QUADS);

glColor3f(1,0,0);

glVertex3f(x1,y1,z1);

glVertex3f(x2,y1,z1);

glVertex3f(x2,y2,z1);

glVertex3f(x1,y2,z1);

glEnd();

//atas

glBegin(GL_QUADS);

glColor3f(1,1,0);

glVertex3f(x1,y1,z1);

glVertex3f(x2,y1,z1);

glVertex3f(x2,y1,z2);

glVertex3f(x1,y1,z2);

glEnd();

//kanan

glBegin(GL_QUADS);

glColor3f(0,0,1);

glVertex3f(x1,y1,z2);

glVertex3f(x1,y1,z1);

glVertex3f(x1,y2,z1);

glVertex3f(x1,y2,z2);

glEnd();

//belakang

glBegin(GL_QUADS);

glColor3f(0,1,0);

glVertex3f(x1,y1,z2);

glVertex3f(x2,y1,z2);

glVertex3f(x2,y2,z2);

glVertex3f(x1,y2,z2);

glEnd();

//kiri

glBegin(GL_QUADS);

glColor3f(0,0,1);

glVertex3f(x2,y1,z1);

glVertex3f(x2,y1,z2);

glVertex3f(x2,y2,z2);

glVertex3f(x2,y2,z1);

glEnd();

//bawah

glBegin(GL_QUADS);

glColor3f(1,0,1);

glVertex3f(x1,y2,z1);

glVertex3f(x2,y2,z1);

glVertex3f(x2,y2,z2);

glVertex3f(x1,y2,z2);

glEnd();

//segitiga 3d

//depan

glBegin(GL_TRIANGLES);

glColor3f(0,0,1);

glVertex3f(x1,y1,z1);

glVertex3f(x2,y1,z1);

glVertex3f(x3,5,0);

glEnd();

//belakang

glBegin(GL_TRIANGLES);

glColor3f(0,1,1);

glVertex3f(x1,y1,z2);

glVertex3f(x2,y1,z2);

glVertex3f(x3,5,0);

glEnd();

//kanan

glBegin(GL_TRIANGLES);

glColor3f(1,0,0);

glVertex3f(x1,y1,z2);

glVertex3f(x1,y1,z1);

glVertex3f(x3,5,0);

glEnd();

//kiri

glBegin(GL_TRIANGLES);

glColor3f(0,1,0);

glVertex3f(x2,y1,z1);

glVertex3f(x2,y1,z2);

glVertex3f(x3,5,0);

glEnd();

glBegin(GL_QUADS);

glColor3f(1,0,1);

glVertex2f(4,y2);

glVertex2f(-4,y2);

glVertex2f(-4,y4);

glVertex2f(4,y4);

glEnd();

sudut +=0.15;

//------------------------------------------------------------------------------------

//

// tampilkan ke layar (swap double buffer)

glfwSwapBuffers();

//

// check input , apakah tombol esc ditekan atau tombol "close" diclick

mRunning = !glfwGetKey( GLFW_KEY_ESC ) && glfwGetWindowParam( GLFW_OPENED );

}

glfwTerminate();

return(0);

}

void mulaiOpenGL(void)

{

//

// Set viewport ke resolusi 640x480 viewport bisa diibaratkan

// layar monitor anda

glViewport( 0, 0, 640, 480 );

//

// Set mode OpenGL ke mode pryeksi (Projection) dan set proyeksi

// menggunakan proyeksi perspective, dengan sudut pandang (Field Of

// View) 60 derajat

glMatrixMode( GL_PROJECTION );

glLoadIdentity();

gluPerspective( 60.0f, 640.0f/480.0f, 0.1f, 1000.0f );

glMatrixMode( GL_MODELVIEW );

glLoadIdentity();

//

// Set mode gradasi warna halus (Smooth)

glShadeModel( GL_SMOOTH );

//

// warna yang digunakan untuk membersihkan layar

glClearColor( 0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f );

//

// nilai untuk membersihkan depth buffer.

glClearDepth( 1.0f );

//

// Depth test digunakan untuk menghindari polygon yang

// tumpang tindih.

glEnable( GL_DEPTH_TEST );

glDepthFunc( GL_LEQUAL );

//

// beritahu OpenGL untuk menggunakan perhitungan perspective

// yang terbaik (perhitungan ini tidak bisa selalu 100% akurat)

glHint( GL_PERSPECTIVE_CORRECTION_HINT, GL_NICEST );

}


Maka hasilnya akan seperti ini :


Rabu, 30 Desember 2009

Modeling karakter 3D dan Animasi

Konsep Dasar Modelling 3D

Pemodelan adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Membuat dan mendesain obyek tersebut sehingga terlihat seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya, proses ini secara keseluruhan dikerjakan di komputer. Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan obyek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D modelling) (Nalwan, 1998).
Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan bila membangun model obyek, kesemuanya memberi kontribusi pada kualitas hasil akhir. Hal-hal tersebut meliputi metoda untuk mendapatkan atau membuat data yang mendeskripsikan obyek, tujuan dari model, tingkat kerumitan, perhitungan biaya, kesesuaian dan kenyamanan, serta kemudahan manipulasi model.
Proses pemodelan 3D membutuhkan perancangan yang dibagi dengan beberapa tahapan untuk pembentukannya. Seperti obyek apa yang ingin dibentuk sebagai obyek dasar, metoda pemodelan obyek 3D, pencahayaan dan animasi gerakan obyek sesuai dengan urutan proses yang akan dilakukan.

a. Motion Capture/Model 2D
Yaitu langkah awal untuk menentukan bentuk model obyek yang akan dibangun dalam bentuk 3D. Dengan basis obyek 2D yang sudah ditentukan sebagai acuan. Pemodelan obyek 3D memiliki corak yang berbeda dalam pengolahannya, corak tersebut penekanannya terletak pada bentuk permukaan obyek.

b. Dasar Metode Modeling 3D
Ada beberapa metode yang digunakan untuk pemodelan 3D. Ada jenis metode pemodelan obyek yang disesuaikan dengan kebutuhannya seperti dengan nurbs dan polygon ataupun subdivision. Modeling polygon merupakan bentuk segitiga dan segiempat yang menentukan area dari permukaan sebuah karakter. Setiap polygon menentukan sebuah bidang datar dengan meletakkan sebuah jajaran polygon sehingga kita bisa menciptakan bentuk-bentuk permukaan. Untuk mendapatkan permukaan yang halus, dibutuhkan banyak bidang polygon. Bila hanya menggunakan sedikit polygon, maka object yang didapat akan terbag sejumlah pecahan polygon. Sedangkan Modeling dengan NURBS (Non-Uniform Rational Bezier Spline) merupakan metode paling populer untuk membangun sebuah model organik. Kurva pada Nurbs dapat dibentuk dengan hanya tiga titik saja. Dibandingkan dengan kurva polygon yang membutuhkan banyak titik (verteks) metode ini lebih memudahkan untuk dikontrol. Satu titik CV (Control verteks) dapat mengendalikan satu area untuk proses tekstur.

c. Proses Rendering
Tahap-tahap di atas merupakan urutan yang standar dalam membentuk sebuah obyek untuk pemodelan, dalam hal ini texturing sebenarnya bisa dikerjakan overlap dengan modeling, tergantung dari tingkat kebutuhan. Rendering adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun animasi komputer. Dalam rendering, semua data-data yang sudah dimasukkan dalam proses modeling, animasi, texturing, pencahayaan dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output. Dalam standard PAL system, resolusi sebuah render adalah 720 x 576 pixels.
Bagian rendering yang sering digunakan:

- Field Rendering
Field rendering sering digunakan untuk mengurangi strobing effect yang disebabkan gerakan cepat dari sebuah obyek dalam rendering video.

- Shader
Shader adalah sebuah tambahan yang digunakan dalam 3D software tertentu dalam proses special rendering. Biasanya shader diperlukan untuk memenuhi kebutuhan special effect tertentu seperti lighting effects, atmosphere, fog dan sebagainya.


d. Texturing
Proses texturing ini untuk menentukan karakterisik sebuah materi obyek dari segi tekstur. Untuk materi sebuah object bisa digunakan aplikasi properti tertentu seperti reflectivity, transparency, dan refraction. Texture kemudian bisa digunakan untuk meng-create berbagai variasi warna pattern, tingkat kehalusan/kekasaran sebuah lapisan object secara lebih detail.

e. Image dan Display
Merupakan hasil akhir dari keseluruhan proses dari pemodelan. Biasanya obyek pemodelan yang menjadi output adalah berupa gambar untuk kebutuhan koreksi pewarnaan, pencahayaan, atau visual effect yang dimasukkan pada tahap teksturing pemodelan. Output images memiliki Resolusi tinggi berkisar Full 1280/Screen berupa file dengan JPEG,TIFF, dan lain-lain. Dalam tahap display, menampilkan sebuah bacth Render, yaitu pemodelan yang dibangun, dilihat, dijalankan dengan tool animasi. Selanjutnya dianalisa apakah model yang dibangun sudah sesuai tujuan. Output dari Display ini adalah berupa *.Avi, dengan Resolusi maksimal Full 1280/Screen dan file *.JPEG.

Membentuk karakter 3D

Sebelum membuat karakter, kita harus menentukan terlebih dahulu bentuk/benda apa yang ingin kita buat. kita juga harus mengetahui karakteristik dari benda tersebut seperti bentuk, sifat dan warnanya. Apabila bentuk tersebut berupa benda seperti pohon, maka bentunya adalah pipa padat. Sifat yang dimilikinya adalah sifat kayu yaitu kuat, tinggi dan memiliki daun dan akar. Apabila bentuknya berupa manusia maka bentuknya seperti manusia, mempunyai tangan, kaki, mata, hidung mulut, badan, rambut, dan lain-lain. Karakter manusia bermacam-macam jika dilihat dari sifat ada yang pemarah, lembut, baik, jahat, genit, pemalu, penakut, pemberani dan lain-lain. Jika dilihat dari fisik ada yang tinggi, pendek, rambut panjang, putih, hitam, mata sipit, dan lain-lain. Bisa karakteristik dilihat dari gaya bicara sesuai bahasa daerahnya.
Pembuatan karakter 3D dapat menggunakan aplikasi 3D MAX, AUTOCAD, Blender, dan lain-lain

Teori Animasi

Animasi berasal dari bahasa latin, anima, yang artinya jiwa, hidup, nyawa dan semangat. Sehingga animasi juga dapat disebut sebagai gambar dua dimensi yang seolah-olah bergerak. Animasi terdiri dari animasi 2 dimensi dan animasi 3 dimensi.
Animasi 2D membuat benda seolah hidup dengan mengunakan kertas atau komputer.
Animasi 3D merupakan animasi yang dibuat dengan menggunakan model seperti yang berasal dari lilin, clay, boneka/marionette dan menggunakan kamera animasi yang dapat merekam frame demi frame. Ketika gambar-gambar tersebut diproyeksikan secara berurutan dan cepat, lilin atau clay boneka atau marionette tersebut akan teihat seperti hidup dan bergerak.
Animasi 3D dapat juga dibuat dengan menggunakan komputer. Proses awalnya adalah membentuk model, pemberian tekstur, warna, hingga cahaya. Kemudian model tersebut diberi kerangka, warna, hingga cahaya. Kemudian model tersebut diberi kerangka dan gerakanya dirancang satu persatu.
Secara garis besar proses 3D animasi bisa dibagi 4 tahap yaitu:
a.Modeling
b.Animating
c.Texturing
d.Rendering

Jenis-jenis Karakter

Dari berbagai karakter yang ada dapat dikategorikan menjadi 2 jenis karakter yaitu karakter dalan wujud 2 dimensi dan wujud 3 dimensi. Adapun sebagai contoh wujud karakter 2 dimensi yaitu Wayang, Kartun, dan anime, contohnya seperti kartun Transformer dan anime One Piece. Untuk karakter dengan wujud 3 dimensi yaitu kartun Final Fantasy, Monster Inc, Finding Nemo, dan lain-lain. Animasi 3 Dimensi disebut juga sebagai CGI (Computer Generated Imagery).

Tahapan Pengembangan Karakter Animasi

Sebelum memulai pekerjaan untuk membuat sebuah animasi, terdapat beberapa hal yang harus kita lakukan terlebh dahulu guna untuk melihat animasi seperti apa yang ingin dibuat dan dengan cerita apa. Hal ini tentunya perlu dilakukan suatu riset sebelum pra produksi. Adapun riset yang dilakukan adalah diantaranya adalah:
Menentukan tema cerita dan tujuan cerita
Membuat sinopsi dan skrip
Memunculkan karakter, sifat, dan ciri yang sesuai dengan sinopsis yang telah dibuat
Pengumpulan dokumentasi, termasuk setting, props, dan lokasi.

Setelah proses riset dan pengumpulan data selesai, selanjutnya masuk ke stage lebih tinggi yaitu pra-produksi. Dimana pada tingkat ini seorang animator dan timnya bekerja untuk mendesign, merancang, dan menentukan standard warna yang pas pada sebuah karakter, props, sets, dan lokasi. Jika pada tahap ini telah disepakati bersama, maka selanjutnya masuk pada tahapan storyboard yang gunanya untuk memvisualisasikan adegan dan pose yang nantinya akan tampil dalam film tersebut berdasarkan naskah yang sudah ada. Adapun bentuk dari storyboard meliputi:
Gambar visual
Sound effect
Dialog
Adegan, dan
Durasi

Cobalah melihat sebuah gerak, dan memahaminya secara
berurutan. Pemahaman mengenai sifat-sifat gerak pun akan
semakin mudah dilakukan. Rekan-rekan mungkin saja
menemui istilah yang berbeda-beda, apalagi padanan kata
Indonesianya belum dikenal. Tapi, paling tidak prinsip-prinsip ini
bisa memberikan gambaran bagaimana terjadinya sebuah
gerak. Urutan disajikan berdasarkan pengalaman pribadi saya
dalam mengerjakan suatu pekerjaan animasi.

Kedua belas prinsip tersebut adalah :
1. Pose dan gerakan antara (Pose-To-Pose Action and
Inbetween)
2. Pengaturan waktu (Timing)
3. Gerakan sekunder (Secondary Action)
4. Akselerasi gerak (Ease In and Out )
5. Antisipasi (Anticipation)
6. Gerakan penutup dan perbedaan waktu gerak (Follow
Through and Overlapping Action)
7. Gerak melengkung (Arcs)
8. Dramatisasi gerakan (Exaggeration)
9. Elastisitas (Squash and Stretch)
10. Penempatan di bidang gambar (Staging)
11. Daya tarik karakter (Appeal)
12. Penjiwaan peran (Personality)
Membentuk Animasi 3D

Sebelum membuat animasi, kita membuat terlebih dahulu tema, plot, dan scriptnya/ skenarionya. Membuat animasi sama halnya dengan membuat film non animasi. Bedanya hanya tokohnya saja. Film non animasi tokohnya adalah manusia sedangkan animasi tokohnya adalah manusia berbentu gambar/ kartun. Skenario dibutuhkan agar kita yang melihat bisa mengerti cerita animasi tersebut.


Source:
http://journal.uii.ac.id/index.php/media-informatika/article/viewFile/13/12
http://sukariyana.blogspot.com/
http://biirooe.ukm.fe.uns.ac.id/?page_id=64